|
Dinkes Bonbol : Program pemerintah Kabupaten Bone Bolango yang menggratiskan hamper seluruh masyarakatnya dalam hal Pelayanan Kesehatan, tentunya hal ini sangat berpengaruh pada penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dibidang kesehatan.
Saat ini sudah hamper 90% masyarakat yang telah tercover asuransi kesehatan melalui Jamkesmas dan Jamkesda, sehingga sangat sulit mengharapkan penerimaan PAD dari sumber Retribusi Pelayanan Kesehatan. Namun Dinas Kesehatan dalam hal ini Sub Bagian Keuangan bertekad akan berusaha sekuat tenaga untuk bias mencapai target yang telah ditetapkan dalam menggali potensi sumber PAD selain dari pemasukkan Retribusi Pelayanan Kesehatan yang dibebankan ke Puskesmas dan jaringannya. Untuk itu Sub Bagian Keuangan Dinkes Kab Bone Bolango menerapkan strategi baru dengan menggali potensi Sumber PAD lain berupa : Izin Apotek / took obat, izin praktek dokter / bidan, retribusi pengawasan Depo Air Minum Isi Ulang, retribusi pengawasan Restoran dan rumah makan dan yang kesemuanya telah dipayungi oleh PERDA. Hal menggemmbirakan pada triwulan II ini penerimaan PAD Dinas Kesehatan relative meningkat dan semua itu berkat usaha dan kerja sama dari semua elemen yang ada. Saat ini Puskesmas yang menduduki rangking tertinggi penerimaan PAD Dinas Kesehatan adalah Puskesmas Kabila disusul oleh Puskesmas Bulango Selatan dan Puskesmas Suwawa. Menurut pemantauan dari Subbag Keuangan Dinkes Bonbol terjadi peningkatan PAD secara signifikan rata-rata 40% dari bulan-bulan sebelumnya. Keberhasilan Dinkes Bonbol meningkatkan PAD tersebut ternyata mendapat perhatian dari kabupaten lain, terbukti dengan adanya kunjungan dari Sub Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Kab Pohuwato baru-baru ini dalam rangka konsultasi pelaksanaan PERDA No. 14 Tahun 2009 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan dan Jaringannya. Sumber : Sub Bagian Keuangan |